welcome

Kamis, 25 April 2013

Pengaruh Variabel-Variabel Makro Dalam Perekonomian Indonesia

Sebelum kita masuk kepada topik tulisan ini tentang pengaruh variabel makro sebaiknya kita mengetahui apa itu pengertian tentang ekonomi, ekonomi makro, ekonomi makro Indonesia, serta variabel-variabel apa saja yang mempengaruhinya.
Masalah ekonomi menjadi perbincangan utama dalam kehidupan kita sehari-hari baik itu lingkup nasional maupun dunia internasional. Bahkan banyak permasalahan di Tanah Air yang terjadi dikatakan bahwa ini penyebabnya adalah Masalah Ekonomi. Lalu apa sebenarnya Ekonomi itu ?
Ekonomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos dan nomos. oikos berarti rumah tangga dan nomos berarti, tata, aturan. Dengan demikian secara sederhana ekonomi dalam pengertian bahasa berarti tata aturan rumah tangga. Sedangkan Ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Ekonomi makro menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, serta tercapai atau tidaknya pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.
Ekonomi makro Indonesia  adalah suatu sistem yang mempelajari tentang perubahan ekonomi di indonesia yang membawa pengaruh besar terhadap masyarakat, pasar, dan juga perusahaan. Dengan kata lain ekonomi makro indonesia adalah sistem yang melakukan analisa mengenai segala bentuk perubahaan kondisi ekonomi indonesia untuk mencapai hasil analisa terbaik. Bentuk perubahaan ekonomi yang dimaksud di sini meliputi tentang pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, dan kestabilitasan harga, serta tercapai atau tidaknya kesimbangan neraca yang dilakukan secara berkesinambungan.
Namun perlu diketahui juga bahwa karakter ekonomi indonesia ini termasuk dalam kategori Small Open Economy yang berarti bahwa kondisi perekonomian indonesia dipengaruhi tidak hanya karena perekomian di dalam negeri namun juga dipengaruhi oleh perekonomian yang terjadi di negara-negara maju serta beberapa negara yang termasuk negara tujuan ekspor. Itu artinya Indonesia punya tantangan tersendiri untuk berusaha menyeimbangkan pasar keuangan internasional dengan pasar keuangan nasional.
Beberapa variabel yang terkait dengan ekonomi makro yaitu:
1.          Konsumsi ( C )
2.         Investasi ( I )
3.         Pengeluaran Pemerintah ( G )
4.         Pendapatan Nasional ( Yd )
5.         Ekspor- Impor ( X-M )
Variabel-variabel diatas dipengaruhi oleh ketiga variabel yang ada dalam ekonomi makro Indonesia yang pada kenyataannya memiliki cakupan lebih luas dalam perekonomian Indonesia. Diantaranya yaitu :
1.          Nilai Tukar Rupiah
Jika dilihat dari sisi makro, nilai tukar mana uang juga merupakan salah satu variabel penting bagi kondisi ekonomi Indonesia. Sesuai dengan data dari BI (Bank Indonesia) tahun 2010 dan 2011 rupiah mengalami penguatan nilai tukar sebesar lebih dari 3,8% meskipun di beberapa hari pada bulan-bulan tertentu nilai tukar rupiah mengalami pergerakan melemah. Demikian juga yang kita amati di tahun 2012. Melemahnya nilai rupiah di beberapa waktu tersebut salah satu penyebabnya dikarenakan kondisi pasar yang tidak menentu sehingga membuat para pelaku pasar cenderung menunjukkan penurunan aktivitas pada pasar uang sehingga menyebabkan rupiah melemah.
Sebenarnya, nilai tukar rupiah masih memiliki kemungkinan untuk lebih menguat ladi dan lebih stabil lagi karena kondisi makro ekonomi di dalam negeri saat ini lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi global. Namun ada penghalang yang mencegah rupiah untuk terus menguat, yaitu terdapat beberapa investor dari luar yang masih melepas saham pada pasar ekuiti lokal.
Di lain pihak kenaikan mata uang di Asia memperlihatkan dukungan juga terhadap pergerakan mata uang di dalam negeri. Dan pemerintah juga terus berusaha untuk mencegah anjloknya nilai rupiah agar stabilitas kondisi ekonomi Indonesia tidak terganggu. Selain itu juga pemerintah bertujuan untuk menekan tingkat inflasi.
2.         Tingkat Suku Bunga
Perubahan tingkat suku bunga akan berdampak pada perubahan jumlah investasi di suatu negara, baik yang berasal dari investor domestik maupun dari investor asing, khususnya pada jenis invesatsi portfolio yang umunya berjangka pendek. Perubahan tingkat suku bunga ini akan berpengaruh pada perubahan jumlah permintaan dan penawaran di pasar uang domestik.
3.         Inflasi
Terjadinya inflasi disebabkan karena meningkatnya harga barang secara umum dalam waktu yang berlangsung terus-menerus. Hal ini juga disebabkan beberapa faktor yang berkaitan dengan mekanisme pasar, yaitu :
1.          Meningkatnya daya konsumsi masyarakat.
2.         Terhambatnya pendistribusian barang.         
3.         Spekulasi yang memicu konsumi karena berlebihnya likuiditas di pasar
Semakin membaik atau tidaknya permintaan agregat itu tergantung semakin baik atau tidaknya varibel di atas. Dan supaya perekonomian indonesia dapat berkembang sesuai keinginan masyarakat dan pemerintah maka harus mendapat penanganan yang seimbang. Hal ini dikarenakan selain permintaan agregat ada juga penawaran agregat yang meliputi pasar tenaga kerja dan teknologi.

Sumber:
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/tingkat-suku-bunga-interest-rate.html
http://www.anneahira.com/pengertian-ekonomi.htm

Andai Saya Menjadi Menteri Perekonomian


Semua orang pasti mempunyai harapan dan keinginan dimasa yang akan datang. Pada kesempatan ini saya akan menuliskan sebuah tulisan yang berjudul “Andai saya menjadi Menteri Perekonomian”. Kalimat tersebut memiliki makna yang mendalam, suatu pengaharapan yang didalamnya terdapat suatu tujuan untuk membangun perekonomian Negara dan menjadi orang yang dipercayai untuk menjalankan tugas perekonomian di Negara ini.
Memang sangat jauh dari yang saya pikirkan, tetapi saya selalu ingat kata “DUIT” ( doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal ) jadi tidak ada yang mustahil jika saya berandai-andai untuk menjadi seorang Menteri Perekonomian. Siapa tau dikemudian hari mimpi saya bisa menjadi kenyataan.
Menjadi seorang Menteri Perekonomian memang tidaklah mudah karena memiliki tugas yang sangat berat dan sangat beresiko. Hal ini menyangkut rakyat banyak, apalagi perekonomian itu menjadi kebutuhan yang penting bagi roda kehidupan rakyat.
Sebelumnya saya akan mendeskripsikan apa sih perekonomian itu? Perekonomian adalah sebuah bidang kajian tentang pengurusan sumber daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Karena ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan atau distribusi.
Jika kita melihat kondisi perekonomian saat ini masih belum baik. Sering kita melihat  dimedia televisi, surat kabar, dll mengenai kondisi perekoniam di Negara ini.
Masalah yang pertama yaiutu kemiskinan.Mungkin diantara kita sudah mendapatkan kehidupan yang bercukupan tetapi coba kita lihat kebawah masih banyak masyarakat Indonesia yang tinggal dipelosok dengan kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak memprihatinkan kalau masih ada diantara mereka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka masih sangat kekurangan.
Menurut data terakhir dari Badan Statistik Nasional bulan Maret tahun 2012 saja angka kemiskinan Indonesia masih mencapai angka 11,96% atau sekitar 29,13 juta jiwa. Meskipun sudah mengalami peningkatan dari tahun 2011 yang mencapai angka 12,49% atau sekitar 30 juta orang. Yah, mungkin ini masih menjadi tugas pemerintah lagi untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia yang juga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di Indonesia.
Banyaknya penggaguraan juga menjadi masalah utama. Sedikitnya lapangan pekerjaan membuat mereka sulit untuk mencari sesuap nasi. Masyarakat yang dikalangan atas mungkin untuk mendapatkan pekerjaan sangat mudah, apalagi jika kita ketauhi banyak pihak-pihak yang melakukan KKN. Tetapi untuk masyarakat kalangan bawah mereka sangatlah sulit untuk mencari suatu pekerjaan.
Selain itu masih banyak anak-anak yang kurang beruntung. Kita pasti sering melihat banyak anak-anak dipinggir jalan ada yang mengamen, berjualan Koran,dll. Anak-anak yang seharusnya bersekolah karena tidak memiliki biaya akhirnya putus sekolah atau bahkan tidak bersekolah. Padahal untuk memperbaiki kondisi perekonomian salah satunya adalah pendidikian. Karena Negara ini membutuhkan generasi muda yang bisa memajukkan Negara.
Andai saya menjadi Menteri Perekonomian saya akan membuat perekonomian di Negara ini menjadi lebih baik lagi.
Neraca perdagangan di Negara Indonesia sudah deficit dibandingkan Negara asean yang lainnya. Artinya Negara kita lebih banyak membeli produk dari luar sedangkan Negara lain sedikit yang membeli di Negara kita.
Dengan demikian kita bisa menarik suatu kesimpulan bahwa Negara kita lebih banyak mengandalkan import. Jumlah SDA Negara Indonesia sangatlah berlimpah, dan disini saya akan melakukan langkah yaitu lebih mengutamakan hasil dalam negeri karena untuk apa kita memiliki hasil dalam negeri yang berlimpah kalu kita masih harus mengimport pangan dari luar. Hasil pribumi yang kita miliki juga tidak kalah bagusnya dari hasil import. Dan kalau kita lebih mementingkan produk local itu juga akan membantu mensejahterakan para petani lalu tidak ada lagi import pangan dari luar.
Saya akan mengatasi permasalahan-permasalahan yang menyangkut dengan perekonommian. Untuk mengatasi masalah pengganguran saya akan mengeluarkan kebijakan yaitu membuat lapangan pekerjaan baru dan mebuat pelatihan-pelatihan kerja.
Dengan adanya ini masyarakat yang menganggur dapat melamar kesuatu pekerjaan yang membuka lowongan dan bagi yang tidak mempunyai biaya bisa mengikuti pelatihan-pelatihan kerja sehingga mereka dapat mempunyai keahlian sendiri dan bisa membuka usaha, cara tersebut dapat mengurangi tingkat kemiskinan.
Selanjutnya yaitu masalah inflasi. Inflasi adalah suatu gejala-gejala kenaikan harga barang-barang yang sifatnya itu umum dan terus-menerus. Belum lama ini kita ketahui kenaikan bawang putih yang sangat drastis. Harga bawang setara dengan harga daging sapi. Jika harga bawang tersebut naik pasti banyak uang yang diterima oleh petani tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian karena panjangnya jalur distribusi.
Kesimpulannya mungkin dengan cara ini masalah perekonomian di Negara kita dapat segera berubah menjadi lebih baik sehingga masyarakat pun sejahtera. Tetapi kami juga sangat membutuhkan partisipasi dari rakyat dalam menjalankan atau menerapkan kebijakan-kebijakan ini dengan dorongan masyarakat sehingga apa yang diupayakan pemerintah serta dorongan masyarakat saya yakin Indonesia akan menjadi lebih baik lagi dan masalah-masalah seperti ini sudah tidak ditemui lagi. Kalaupun masalah seperti ini masih muncul juga tidak separah apa yang terjadi pada saat sekarang ini.
          Demikianlah langkah-langkah yang akan saya jalankan jika saya menjadi Menteri Perekonomian. Semoga Negara kita bisa lebih maju lagi.

http://www.lensaindonesia.com/2013/01/29/kemiskinan-dan-kualitas-pertumbuhan-ekonomi.html